TANA TORAJA --- Antrean panjang kendaraan yang mengisi BBM jenis solar kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Tana Toraja. Kondisi tersebut memperlihatkan puluhan kendaraan mengantre untuk mendapatkan solar dan Pertalite subsidi. Kamis (08/07/2026)
Selain antrean kendaraan, terlihat truk bolak balik dan mobil kijang untuk mendapatkan BBM Subsidi di area SPBU Tetebassi Makale dan SPBU Minangga Mengkendek Pemandangan tersebut memunculkan kembali dugaan adanya praktik pengumpulan solar subsidi dan pertalite dalam jumlah besar yang diduga akan diperjualbelikan ke luar daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Media WartaIn, dugaan penyaluran solar keluar Kabupaten Tana Toraja kembali mencuat. Pengiriman disinyalir dilakukan melalui jalur darat menggunakan kendaraan Truk yang berisi jeringen/tandon.
Sejumlah kendaraan disebut-sebut rutin mengantre hampir setiap hari untuk mengisi solar. Kendaraan tersebut diduga mengumpulkan BBM secara bertahap sebelum dibawa ke lokasi tertentu.
“Iye panjang antrian, tangki standarji semua tapi ituji tiap hari” ungkap sumber info viral.
Aktivitas tersebut menimbulkan keluhan masyarakat, terutama para sopir angkutan yang mengaku kesulitan mendapatkan solar subsidi akibat antrean panjang yang terjadi setiap hari.
Di SPBU Minangga mengkendek wartawan mendapati 2 ton solar disimpan untuk pelanggan bus yang mengakibatkan kemacetan malam hari akibat antrian Bus yang ke makkassar.
Bahkan ada juga mobil truk pelangsir yang mengisi tiap hari. Begitu pun mobil dari luar kabupaten tidak luput ikut mengisi pertalite bahkan sampai bolak balik.
“Saya antri tapi giliran saya mengisi tidak mendapat pertalite dan dibilang habis ungkap pengendara yang antri di SPBU Tetebassi dan saya lihat didepan mobil kijang bolak balik mengisi pertalite.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum Polres Tana Toraja bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan dan penelusuran terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi. Jika terbukti terjadi pelanggaran, mereka meminta agar pelaku ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab antrean panjang maupun dugaan penimbunan dan pengiriman solar subsidi ke luar daerah.
